Selasa, 24 Desember 2013

Halo lagi

Setelah sekian lama ga buka-buka blog ini, akhirnya kembali. Entah apa ya? Sibuk? Ah ga juga kok. Mungkin hanya tidak menyempatkan diri. Sengaja. Mungkin juga kembali ke buku harian menjadi tertutup, atau menutup diri? Setelah edit posting yang-ternyata-alay-banget-itu akhirnya blog ini di publish lagi. Link nya juga ganti. Ah lupakan nama alay itu. Kata Raditya Dika juga alay itu tahap menuju dewasa kan? Hahaha alasan.

Banyak banget-banget yang mau diceritain disini. Walaupun ga ada yang baca juga, entah ga peduli. Pokoknya pengen kembali nge-hidupin blog ini. Iya kalau sempet hehe.Sekarang saya udah pake putih-abu. Di sekolah kehidupan. Yang awalnya bukan jadi pilihan tapi ternyata cinta banget sama sekolah ini. Sekarang udah penjurusan. Saya masuk IPA. Iya, kaya kebanyakan orang umumnya. Tapi mau jadi apa sih? Apa jurusan IPA tepat untuk cita-cita selanjutnya? Hei emang kamu punya cita-cita? Hahaha miris ya.

Akhirnya lulus dari sekolah 11 tahun itu. Awal pendidikan saya, dasar, dan menengah. Sekolah yang selalu sukses bikin saya kangen. Ga peduli mereka bilang apa, tapi cinta banget sama sekolah ini. Sekolah yang ngajarin banyak hal dan bertemu orang-orang hebat. Kamu. Aaaaa jadi  kangen kan.

Apalagi ya, banyak. Ah selamat bercerita sum!

Jumat, 29 Juni 2012

Sembilan

Hallo! Latepost. Alhamdulillah naik kelas dengan nilai rapot yang Alhamdulillah memuaskan. "Mungkin ini berkah ngajarin --seseorang yang ngajarin saya banyak hal. Dan ngebuat saya lebih bersyukur lagi--" ucap wali kelas saya, Bu Ifat. Sekarang kelas 9! Masa pembuktian perjuangan selama 3 tahun ini.

Rabu, 20 Juni 2012

Flasback, ketua OSIS.

Saya ingat hari itu. Hari pertama kembali ke sekolah sebagai anak kelas 8. Wali kelas saya mengumumkan tentang OSIS. Setelah itu kami menentukan bakal calon dari kelas kami. Begini, setiap baris mengajukan satu nama, setelah itu teman sekelas memilih nama terpilih tersebut. Dan saya ada diantaranya. Terkejut. Jujur saya sangat terkejut. Dan dipilihlah saya dan Hafra, ketua kelas kami sebagai bakal calon dari kelas kami. Huft.

Esoknya kami diinterview di ruangan wakasek, Pa Suhandi. Ada 3 guru yang menginterview kami, Pa Suhandi, Pa Aris, dan Bu Yetri. Deg deg deg. Sumpah, mungkin saat itu jantung saya memompa darah lebih cepat dari biasanya. Oh bukan mungkin, tapi memang. Tangan saya dingin. Aduh, kami masuk ke ruangan tersebut. Ditanya tanya berbagai hal. Saya jawab apa ya sampai saya terpilih jadi kandidat? Gatau, saya juga lupa. Udah tau saya suka asal ceplos. Pengumuman kandidat siang itu juga di mushola. Berhubung saya ga ke mushola, saya tau dari teman saya --yang langsung pada heboh. Ih....

Hari ini orasi, menyampaikan visi misi di depan semuanya. Aduh. Semalaman saya sudah meyusun ini dengan baik baik. tapi tiba-tiba buyar semuanya. Kaki saya gemeter. Tangan saya dingin. Sepede pedenya saya, tetep aja kan kalau ngomong di depan umum kayak gini tetep grogi. Oke, giliran saya udah selesai. Salah satu dari guru bertanya kepada kami. Tenang tenang......saya menenangkan diri sendiri.

Dan dimulailah kampanye. Yaampun temen sekelas saya emang paling paling deh. Mereka bikin atribut segala macem. Mulai dari ikat kepala, pamflet, sampe bendera yang ada permenya. Ini bukan sogokan yah :p Semangat bener mereka. Saya jujur aneh ngeliat nama saya ada dimana mana gitu. Oh iya sebelumnya juga diminta ngisi biodata. Terus... biodata itu ditempel di mading... Ih. Saya kandidat nomor empat. Kandidat terakhir.


Setelah kampanye dan segala macem, tibalah hari itu. Pemilihan. Saya rada lupa cerita ini , saking groginya. Pokoknya sebelum pemilihan, yang saya ingat, masing-masing kandidat datang ke setiap kelas untuk mempromosikan diri eh orasi maksudnya. Kemudian, seluruh siswa berkumpul di lapangan. Pemilihan berlangsung tenang. Saya pilih siapa? Ada deh :p

Setelaha lama menunggu akhirnya hari itu, hari Senin. Diumumin juga. Iya..... saya ada di urutan pemilih terbanyak. Kurang lebih 130 suara. Menyusul Fathur, Nabila, dan kemudian Afif. Saya? Ketua OSIS?