Minggu, 31 Desember 2017

Penutup



Kalau tahun lalu adalah tahun beradaptasi dan menjalani hal baru, maka tahun ini adalah tempatnya menjalani syukur dan bersabar 


Menjalani apa yang telah menjadi pilihan dengan penuh syukur dan rasa tanggung jawab. Bukannya ini jawaban dari setiap doa, dari sujud panjang setiap malam, dari doa-doa yang dikirimkan oleh orang lain, dari mimpi kala kertas-kertas dan buku sudah membuat suntuk?


Maka sabar adalah salah satu jalannya. Kala harus menangis sendirian ketika saking lelahnya. Kala harus siap tersenyum sepanjang hari. Saat dicecar orang lain, perkataan yang kadang benar adana namun kurang enak didengar (tapi saya yakin ini adalah suatu bentuk pembelajaran). Maka sabar adalah penguatnya. Di kala pekerjaan, ujian, dan lain hal yang tidak sesuai harapan. Juga pekerjaan, tugas, yang tidak habis. Tekanan disana-sini.



Di akhir tahun berkepala satu, dengan segala ketakutan dan kekhawatiran apa yang terjadi nanti, bukankah ada sebaik-baik perencana, Sum?


semoga senantiasa dikuatkan,
dan tangguh seperti namanya,


penutup di tahun ini,


semoga selalu bahagia, Sumi!


Terimakasih buat semuanya yang telah mengisi 365 hari saya yang lalu.





Untuk pengalaman, kesempatan, pembelajaran, dan  banyak arti saya ucapkan terima kasih. 

Bertumbuh


Foto lebaran tahun ini yang tersisa. Sebenernya mau upload banyak foto. Tapi ada sebuah tragedi jadi ya... Waktu itu saya kepencet format Data D. Ga ngerti lagi sama Sumayyah ya Allaaaah cape. Seceroboh dan se-grasak-grusuk itu. Filenya sedikit banget yang balik setelah coba service recovery. Terus ga berenti nangis dari tempat service samape ke kosan. Sesedih itu........ 


 Tahun ini banyak yang terjadi di rumah. Pernikahan kakak yang sudah saya tuliskan di pos sebelumnya. Salman yang masuk SMA. Dan saya yang belum ketemu Yasin dari Agustus.


Melihat orang-orang yang menemani tumbuh kembang saya, orang -orang yang dulunya selalu 24/7, teman main saya, teman berantem, orang-orang yang pernah meninggali rahim yang sama,


melihat mereka makin jauh melangkah
makin jauh berjalan
makin membentangkan jarak
semakin bertumbuh

Saya kangen main kemah-kemahan pakai selimut dan bantal
diajak main tamiya ke Toko Terang
banyak-banyakan THR yang diterima
main roti anak (INI ANEH BGT GATAU DARIMANA. Jadi Yasin bakal jadi penjual, Sumayyah pembeli, dan Salman jadi isian roti yang bakal digulung-gulung selimut, terus dijual terus digigit pura-pura dimakan T-T terus ketawa-tawa. Seaneh itu loh.......)
Saya kangen rebutan di hari Minggu RCTI atau Indosiar, soalnya saya maunya doraemon, anak laki-laki maunya pokemon........


Untuk mereka, dan saya yang semakin bertumbuh,
semoga sejauh apapun,
semoga doa selalu mendekatkan kita.